BLESSING IN DISGUISE (Properti Syariah)

  Oleh : Rosyid Aziz Muhammad
(Praktisi Bisnis, Penggagas Developer Property Syariah)

Perjuangan itu pasti memerlukan pengorbanan. Dan setiap perjuangan untuk melakukan perubahan pasti ada reaksi ketidaksukaan, ketidaknyamanan bahkan upaya penentangan. Apalagi perubahan yang ingin dilakukan adalah perubahan hal yang mendasar. Siapa yang terganggu dengan angin perubahan itu ? Tentu saja mereka mereka yang eksistensi dan kepentingannya terganggu.

Itulah sebagian pemaparan materi yang disampaikan penulis saat diskusi seputar Dinamika Politik dan Hukum, Tantangan Pengusaha Muslim yang diselenggarakan LBH Pelita Umat dan Aliansi Pengusaha Muslim (Assalim). Angin perubahan kini sedang bertiup kencang terjadi di negeri ini. Kenapa ? Karena negeri ini tidak sedang baik baik saja. Sekali lagi, negeri ini sedang tidak baik baik saja.

Spirit hijrah dan kembali ke syariah tahun 2020 ini sepertinya menemui momentum puncaknya. Pun demikian pula terkait dengan bisnis. Terbentuknya komunitas komunitas pengusaha dengan spirit anti riba bermunculan dimana mana. Bahkan bisa dikatakan, dakwah yang paling massive dalam 5 tahun terakhir ini adalah Dakwah mengenai bahaya Riba. Marak, rame, seru, menggelegar, mendebarkan, mengharu biru, cetar membahana di seantero penjuru Nusantara.

Bagaimana dengan Bisnis Property Syariah ?

Sebagaimana bisnis syariah yang lain, eksistensi Bisnis Property Syariah saat ini pun meningkat pesat. Riset yang dilakukan Inventure (2018), bahwa Property Syariah telah menjangkau 64,6% masyarakat Indonesia, dengan ketertarikan untuk membeli perumahan syariah sebesar 96,6%. Besarnya minat dan dukungan terhadap Property Syariah ternyata menimbulkan ketidaksukaan beberapa pihak. Siapa mereka ? Tentu saja yang eksistensi bisnisnya terganggu dengan keberadaan bisnis syariah ini. Booming pasar halal di Indonesia membuat pasar bisnis bercorak kapitalis mengkerut, menciut dan pelan tapi pasti makin tergerus.

Upaya upaya pendeskreditan bisnis syariah pun dimulai. Kasus kegagalan kecil pun bisa diekspose dengan bumbu bumbu bombastis dengan iringan narasi penipuan, investasi bodong, bahkan sindikat dan mafia. Mengerikan stigmanya. Dengan kekuatan dana, beking kekuasaan dan media massa oportunis, sesungguhnya mereka bisa melakukan apapun yang mereka maui. Dramatisasi, Agitasi, Provokasi, Stigmatisasi, bahkan Persekusi.

Di Malang, bertebaran spanduk liar provokasi ilegal dan tanpa identitas menolak Perumahan Perumahan berkonsep Syariah. Di media media Nasional mainstraim, kompak mengangkat isu isu negatif seputar Property Syariah. Demikian pula, tulisan tulisan mengatasnamakan organisasi profesi menyebarkan opini opini miring seputar bisnis berlabel syariah ini. Di beberapa tempat, sudah ada pemanggilan pemanggilan para pegiat bisnis syariah oleh aparat setempat.

Hikmah Tersembunyi

Sesungguhnya, masyarakat kita kini makin cerdas. Aneka propaganda negatif, provokasi dan agitasi murahan dari pihak pihak yang terancam dengan skema bisnis syariah, justru membuat masyarakat penasaran. Kenapa ? Karena masyarakat kita sudah muak dengan aneka kebohongan dan pencitraan yang dilakukan oleh mereka yang sedang berkuasa. Blessing in disguise. Property Syariah justru panen dukungan...!!!

Dua pekan lalu, penulis menghadiri dan mengisi acara Gathering Akbar projek projek Property Syariah se-Sulsel. Tidak tanggung tanggung, yang daftar lebih dari 4500 orang. Pekan lalu, Gathering Customer projek penulis di Bandung juga panen dukungan. Yang hadir tercatat lebih dari 5200 orang dalam 2 hari acara. Belum lagi, kelas kelas belajar yang diadakan Developer Property Syariah dibanjiri peminat dari kalangan developer konvensional yang berniat hijrah ke skema syariah. Bahkan, anggota asosiasi asosiasi bisnis properti pun rame rame melirik skema property syariah.
(https://properti.kompas.com/read/2020/01/07/173300321/15-persen-pengembang-rei-hijrah-ke-properti-syariah?page=all)

Alhasil, alih alih ummat menjauhi skema property atau perumahan syariah. Justru ummat penasaran lalu berbondong bondong tertarik dengan konsep Property Syariah. Kenapa ? Karena sesungguhnya syariah itu sesuai fitrah manusia, memuaskan akal dan menentramkan hati.

Percayalah, pada akhirnya semua akan kembali ke fitrah, kembali pada syariah. Allahu Akbar...!!!

0 Response to "BLESSING IN DISGUISE (Properti Syariah)"

Posting Komentar